-------------We Are The Happy Family------------


Kampung Kelapa
Citayam Depok

Blog

Cerita Jalanan (kereta jabotabek)

Posted by erwan-baharudin at 09:03 PM on October 03, 2009

Dari stasiun Citayam, gw naik kereta ke Manggarai untuk pulang, nengok anak istri di Cakung. Di dalam kereta rupanya udah penuh banget, ada pemandangan yang unik ada seorang ibu dengan menggendong anak bayi berdiri, didepannya lagi seorang perempuan umur 20 tahunan duduk dengan asyiknya, sementara disebelah kanan dan kiri perempuan muda tersebut, duduk pula ibu ibu dan beberapa laki-laki yang berumur sekitar 40 tahunan ke atas.  Ibu yang menggendong bayi tersebut mulai keliatan payah, keluar keringat di sekitar wajahnya, dan perempuan muda di depannya dengan asyik atau malah pura-pura membaca buku. Sampai di stasiun Kalibata, tiba-tiba perempuan tersebut berdiri mempersilahkan ibu dan bayinya itu duduk ditempatnya. Ibu itu kemudian mengucapkan terimakasih pada perempuan muda tersebut, dan perempuan itu menjawab "ya". Sesudah itu perempuan muda tersebut turun dari kereta di stasiun Kalibata itu. Jarak dari gw naik di stasiun Citayam ke Kalibata, ada sekitar 7 stasiun yang dilewati dan itu lumayan banget jauhnya. Menurut gw perempuan ini bener-bener jahat sekali. Dia ingin dilihat "baik" dengan memberikan "tempat duduknya" pada ibu dan bayinya tersebut.   DOSA BESAR yang diperbuat perempuan muda tersebut menurut gw:

1. Dia tega membiarkan ibu dan bayinya itu berdiri sampai 7 stasiun yang jaraknya jauh, sementara dia di depan berhadap-hadapan langsung dengan ibu itu.

2. Dengan mempersilahkan ibu dan bayinya itu duduk ditempatnya, dia telah merampas hak orang-orang yang berdiri lainnya dalam ruang publik tersebut, padahal gw yakin orang2 di ruang publik tersebut akan mempersilahkan ibu dan bayinya itu duduk menggantikan perempuan itu. Dia tidak tau etika dalam menggunakan fasilitas pubik karena dia sudah tidak berhak atas tempat publik (tempat duduknya) sebab dia sudah turun dan sampai tempat tujuannya yang berhak adalah orang2 didepannya yang berdiri dalam ruang publik itu.

3. Dia "Sok Baik, ingin dilihat wah oleh orang-orang", kenapa kalau dia beretikat baik tidak dari tadi memberikan tempat duduknya tersebut, dia memberikan tempatnya pas dia udah sampai, pake sok jago berucap silahkan duduk lagi.

Refleksi: Mudah2an kita tidak berbuat seperti perempuan itu, jangan sampai ingin dilihat "wah" oleh orang lain tapi sebenarnya kita tega dengan merampas hak orang lain. Mudah-mudahan kita bisa peka terhadap sekeliling baik dalam bersosialisasi dan juga dalam pekerjaan. (Citayam, 4 Oktober 2009)

Categories: None

Post a Comment

Already a member? Sign In

1 Comment

Reply Tia
02:22 AM on October 04, 2009
Bener pak, kepekaan memang harus dilatih agar kita bisa care dengan liongkungan kita, apalagi ditempat kerja ya banyak bos-bos yang sok baik ketika banyak orang supaya keliatan dia itu top banget, baik banget, padahal dia itu sangat jahat.

Login Form

Baby

Jam Berapa Ya?